5 Fakta RansomWare WannaCry yang Membuat Heboh Dunia!

ZonaSeru.id - MaxNyoos.com - Beberapa hari lalu dunia di gemparkan dengan adanya serangan virus Ransom Ware WannaCry. Saking hebohnya Kementrian Komunikasi Dan Informatika sampai membuat pengumuman untuk seluruh pengguna komputer di indonesia agar tidak langsung meyalakan koputer atau pc mereka dan langsung menghubungkan ke jaringan LAN dan Internet.

1 dari 9 halaman

1. 100 Negara di Serang oleh Virus Ini Hampir Bersamaan, termasuk Indonesia

1. 100 Negara di Serang oleh Virus Ini Hampir Bersamaan, termasuk Indonesia

2 dari 9 halaman

Serangan virus Ransomware Wanna Cry tidak hanya menyerang negara Indonesia.  Menurut informasi yang sudah beredar virus ini sudah menyerang lebih dari 100 negara di dunia. Di Amerika Serikat sendiri sudah terjadi  45.000 serangan yang terjadi sejak hari jumat (12/5)

Di Indonesia sendiri serangan virus tersebut sudah melumpuhkan sistem jaringan rumah sakit Dharmais dan Harapan Kita. Sistem dikedua rumah sakit tersebut tidak bisa di akses. Menurut beberapa foto yang sengaja di sebarkan oleh netizen memperlihatkan bahwa sistem nomor antrian yang jadi sasaran serangan virus tersebut tidak bisa di buka dan terkunci.

3 dari 9 halaman

2. Virus Ransom Ware Wanna Cry Sangat Mudah Menyebar

2. Virus Ransom Ware Wanna Cry Sangat Mudah Menyebar

Ransomware Wanna Cry  ini termasuk virus yang bersifat masif dan meyebar ke seluruh penjuru dunia. Virus ini mudah menyebar karena modus yang dilakukan peretas yaitu mengirim email yang berisi link kepada calon korban. Email yang di kirimkan oleh peretas berisi virus Ransomware, teknik ini juga bisa disebut phising.

Bahaya dari virus ini adalah, apabila korban yang meng-klik email spam tersebut berasal dari instansi atau perusahaan, virus ini akan langsung menyebar ke seluruh computer yang terhubung jaringan yang sama. Meskipun sudah di bersihkan, akan tetapi file atau folder yang sudah di enkripsi oleh peretas tadi tidak bisa kembali utuh, kecuali peretas membuka kembali enkripsinya.

4 dari 9 halaman

3. Permintaan Tebusan Sang Peretas Virus RandomWare WannaCry Sangat Besar!

3. Permintaan Tebusan Sang Peretas Virus RandomWare WannaCry Sangat Besar!

5 dari 9 halaman

Yup, peretas virus Ransome WareWanna Cry ini meminta tebusan yang cukup besar apabila sistemnya ingin kembali seperti semula. Peretas meminta tebusan sebesar 300 dollar AS atausekitar 4 juta rupiah dalam bentuk bitcoin.

Fyi, bitcoin sendiri akhir-akhir ini sangat terkenal, karena di percaya mata uang yang minim penipuan. Dan 1 bitcoin itu setara dengan uang 23 juta rupiah.

6 dari 9 halaman

4. Tidak Semua OS Windows Dapat Di Serang Oleh Virus Ini!

4. Tidak Semua OS Windows Dapat Di Serang Oleh Virus Ini!

7 dari 9 halaman

Virus Ransome Ware Wanna Cry yang sangat di khawatirkan oleh khalayak umum ternyata tidak menyerang seluruh OS Windows. Ada beberapa OS yang memang rentan terserang virus ini yaitu, Windows Vista, Windows Server 2008, Windows 7, Windows Server2008 R2, Windows 10, Windows Server 2016.

Fyi, sejak beberaba bulan lalu ternyata pihak Microsoft sudah menduga apabila akan ada penyebaran virus Ransome Ware. Maka dari itu beberapa bulan lalu pihak Microsoft meluncurkan patch MS17-010 untuk sistem operasi lawas yakniWindows XP, Windows 2008 dan Windows Server 2003.

8 dari 9 halaman

5. Ransom Ware Wanna Cry Merupakan Senjata NSA yang Di Curi Oleh Hacker!

5. Ransom Ware Wanna Cry Merupakan Senjata NSA yang Di Curi Oleh Hacker!

9 dari 9 halaman

Yang lebih mengejutkan adalah, ternyata Wanna Cry atau yang lebih dikenal dengan Ransomware adalah sebuah senjata yang digunakan oleh intel Amerika Serikat (AS) atau NSA yang bernama Eternal Blue dan di curi oleh sebuah grup hacker yang bernama Shadow Broker. Sebelum di curi oleh para hacker Eternel Blue ini sudah sangat sering di pakai oleh tim NSA yang di gunakan untuk kendali jarak jauh secara remote.

Nah, para hacker ini memanfaatkan celah ini untuk meyerang computer yang masih menggunkan Windows XP dan Windows Server 2012. Selain itu, kebanyakan dari kita lalai untuk mengupdate OS, sehingga celah tersebut dimanfaatkan oleh para hacker.

Berikan Pendapatmu

Artikel Terkait